Tipe-Tipe Pendanaan Perusahaan

June 21, 2022

Pendanaan perusahaan

Dalam mendapatkan pinjaman kecil untuk bisnis atau mencari seorang investor untuk mendanai bisnis baru mungkin kelihatannya seperti prestasi besar untuk seorang entrepreneur. Investor berperan penting dalam memulai sebuah perusahaan, maka tunjukkan kepada rencana bisnis yang menjanjikan, rincian yang jelas dan ketentuan yang meyakinkan.

Namun, pendanaan perusahaan tidak selalu harus menjadi rumit dan ruwet. Sebelum memulainya, perlu diketahui hal krusial seperti di mana harus dicari dan apa yang harus dipersiapkan. Simak panduan berikut ini yang bisa membantu untuk persoalan seperti ini.

Setiap perusahaan startup sering menghabiskan banyak uang untuk membeli perlengkapan, membayar gaji karyawan hingga membayar sewa kantor sebelum perusahaannya mapan di bidang bisnisnya. Lebih dari itu, startup membutuhkan modal untuk bertahan dan tumbuh agar bisa menang dalam persaingan pasar. Pada kebanyakan kasus, perusahaan-perusahaan seperti ini akan memerlukan pendanaan perusahaan untuk hal tersebut.

Untuk setiap entrepreneur yang memulai petualangan bisnisnya dan yang mencoba mengerti dunia pendanaan startup, mereka harus mengerti tipe-tipe perbedaan investor dan bagaimana mereka melihat perusahaan startup baru. Pada tahap awal, entrepreneur pemula mungkin tidak memperhatikan gambaran penuh sebuah siklus hidup perusahaan dan kapan investor masuk untuk memberikan pendanaan perusahaan.

Pada tahap awal pendanaan ini disebut sebagai "seed" sebelum perusahaan tersebut mampu menghasilkan uangnya sendiri atau sebelum masuk investor yang lebih banyak lagi berinvestasi. Seed capital terdiri dari beberapa macam seperti dana keluarga dan kerabat, crowdfunding dan angel investor funding.

Pendanaan perusahaan adalah dana yang investor tawarkan kepada sebuah perusahaan. Secara umum, terdapat dua (2) tipe pembiayaan yang diperoleh perusahaan, yaitu ekuitas (saham) dan utang (pinjaman/obligasi). Saat perusahaan menerimannya, mereka harus menggunakannya untuk operasional. Para pemegang saham atau pihak piutang berharap akan mendapatkan untung dari apa yang mereka investasikan di perusahaan itu, bisa dalam bentuk peningkatan harga saham, dividen atau bunga. pertumbuhan dan jumlah laba perusahaan dapat menentukan tipe pendanaan perusahaan yang terbaik pada penghujungnya.

Dalam mendapatkan aset tetap atau modal seperti mesin, bangunan dan tanah memerlukan jumlah modal yang besar di awal. Jadi, kebanyakan perusahaan biasanya mencari pendanaan untuk membiayai seperti tiga (3) hal tersebut dengan dua (2) cara utama: Utang dan Penerbitan Saham.

Untuk menjelaskan maksud ini secara lebih baik, normalnya sebuah perusahaan dapat menerbitkan saham dengan menerbitkan saham ekstra kepada investor tambahan atau melalui initial public offering (IPO) pada kasus perusahaan besar. Di kedua kasus ini, dana diperoleh dari investor itu digunakan untuk inisiatif modal pendanaan. Jadi, untuk menawarkan pendanaan perusahaan, investor biasanya berekspektasi pada laba dari apa yang mereka investasikan, yang disebut sebagai cost of equity for the business.

Return on Investment (ROI) dapat menjadi tawaran kepada investor yang secara profesional menangani sumber-sumber perusahaan untuk meningkatkan nilai saham atau dengan membagi dividen. Namun, terdapat kekurangan pada model seperti itu dalam mengumpulkan pendanaan, seperti penerbitan saham ekstra mengurangi jumlah saham bagi pemegang saham saat itu. Singkatnya, pemegang saham akan kehilangan hak suara dan kepemilikan perusahaan.

Cara lain dalam mengumpulkan dana ialah dengan penerbitan obligasi korporat kepada investor. Sama seperti obligasi yang diterbitkan, cara ini memiliki efek samping, di mana sejumlah dana dipinjamkan dari investor sebagai pembayaran kupon semi tahunan sampai obligasi terbayar lunas.