Bagaimana Sebuah Game-Changing Transplantasi Dapat Mengobati Organ-Organ Sakit

March 28, 2022

Mitokondria

Seorang anak perempuan berumur 9 tahun mengalami cacat jantung. Dia berada di rumah sakit sudah dua bulan. Para dokter mulai menyiapkannya transplantasi jantung untuknya. Tetapi, mereka mengingatkan bahwa selama momen singkat ketika mereka mencabut Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) dari tubuhnya untuk membersihkan tabung, jantungnya akan berfungsi sedikit lebih baik daripada ekspektasi mereka, organnya mungkin saja bisa diselamatkan.

Prosedur ini melibatkan pengumpulan mitokondria pasien dan memasukannya ke jaringan yang rusak. Jika itu bekerja sesuai ekspektasi, mitokondria yang sehat dapat terserap ke dalam sel-sel yang telah rusak dan membantunya sembuh dari ini.

Sekarang, para saintis bertaruh sebuah infus mitokondria akan mulai melompati proses sel-sel yang diperlukan untuk menyembuhkan organ jantung, otak dan bahkan mungkin organ-organ lain di mana obat-obat tidak bisa menyembuhkan. Sejauh ini, hasil ujicoba pada hewan percobaan dan beberapa percobaan pada manusia mulai cukup menjanjikan. Dalam beberapa tahun ke belakang, perusahaan biotek baru sudah meluncurkan untuk memanfaatkan kekuatan mitokondria untuk pengaplikasian dari permasalahan kulit akibat anti-aging.

Masih banyak yang harus dipelajari dan pada tahap ini sedikit sekali pemerintah mendanai untuk riset jenis ini. Sebagai contoh, sekelompok orang Boston sangat bergantung pada donasi filantropis.

Saintis mengikuti jalan ini dengan penuh harapan transplantasi mitokondria akan menjadi sebuah game-changer untuk pengobatan dalam kondisi apapun, mulai dari stroke sampai serangan jantung.

Kekacauan Mitokondrial

Mitokondria sering dideskripsikan sebagai "the powerhouses of the cell" karena mereka menghasilkan sebuah molekul yang dikenal sebagai adenosine triphospate (ATP). Molekul ini mengisi energi dari makanan yang masuk dan memanfaatkannya menjadi bahan bakar aktifitas di dalam bagian-bagian yang berbeda dari sel-sel.

Saintis sudah banyak mengetahui bahwa mitokondria cacat dapat menyebabkan kekacauan biologis. Seorang periset mitokondria dari University of Alabama Birmingham, yang telah mendirikan Mitochondria Research and Medicine Society di Amerika dan India menyimpulkan bahwa disfungsi mitokondrial adalah pembawa universal dari penyakit.