Terapi Baru dalam Penyembuhan Luka

May 30, 2022

Terapi penyembuhan luka

Orang-orang dengan tingkat kerusakan luka kulit yang parah membutuhkan perawatan dari petugas kesehatan yang jelas. Tetapi, selama ini perawatan medis membutuhkan perawatan yang intensif dan sangat menyulitkan, di mana memerlukan perawatan di rumah sakit selama berbulan-bulan dan menghabiskan banyak dosis obat.

Penyembuhan luka yang kompleks, terutama luka yang besar dan dalam masih menjadi tantangan besar di dunia medis. Tetapi, setelah beberapa dekade kemajuan ini, teknologi baru dibikin secara berbeda. Andrew Vardanian dari UCLA Health mengatakan perawatan luka merupakan area yang sangat aktif dalam dunia riset dan inovasi karena pengaplikasiannya kepada begitu banyak tipe-tipe orang berbeda.

Fisikawan dan periset berekspektasi adanya kemajuan penyembuhan luka dalam beberapa tahun ke depan. Karena perawatan kulit yang revolusioner sangat dibutuhkan, ditambah lagi dengan masalah penyakit diabetes dan prediabetes yang menyebabkan gagalnya penyembuhan secara natural oleh tubuh bila ada kulit terluka.

Di antara para saintis yang sangat menggembirakan ialah stem cells, di mana setelah beberapa tahun lambatnya perkembangan di sana hingga akhirnya menunjukkan potensi penyembuhan luka yang besar. George Murphy dari Harvard Stem Cell Institute mengatakan hasil awalnya yang sangat mengesankan untuk membawa cara hebat ini ke dalam dunia terapeutik.

Sebuah polimer yang dapat biodegradasi sintetis baru yang dinamakan NovoSorb BTM digunakan sementara dalam penyembuhan cedera luka parah dan dapat membantu menghasilkan jaringan yang sehat. Ke depan, kulit dicangkokkan ke dalam tangan yang didapatkan dari kulit paha. Kulit pergantian lain berasal dari sel baru yang dipanen yang disebut sebagai Recell, yang mana telah terinkubasi dalam jumlah yang kecil sel kulit yang sehat untuk satu solusi. Berdasarkan itu, maka penyembuhan luka yng besar dan dalam dapat dilakukan dengan cepat dan rasa sakit yang sedikit.

Meskipun tangannya tidak bisa dengan cepat melakukan kegiatan yang berat, tetapi masih bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari yang ringan seperti membuka-tutup pintu atau menyeruput minuman.

Untuk cedera ringan, obat-obatan belum banyak berubah dari intruksi-intruksi yang tertera di kotak tablet selama hampir 5 ribu tahun lalu, menurut sejarah pengobatan luka kronis di sebuah jurnal medis, Clean and bandage the wound, then let Mother Nature do her job.

Untuk cedera luka yang parah, ini dapat bekerja dengan baik. Dikarenakan kulit memiliki pertahanan awal untuk melawan berbagai mikroba yang mau menyerang ke dalam sirkulasi tubuh. Sebuah luka dapat menimbulkan pertahanan semacam itu.

Peranan medis dalam penyembuhan luka dimaksudkan untuk membantu meningkatkan antibodi lebih dari yang dihasilkan secara alami. Pengobatan luka dilakukan dalam 4 tahap bersamaan. Tahap pertama ialah hemostatis, di mana pembuluh darah menyempit dan menggumpal untuk menyumbat luka secara cepat sehingga dapat mencegah pendarahan. Selanjutnya inflamasi/peradangan, di mana luka keluar darah dengan sedikit protein yang memerintahkan sel imun dan menstimulasikan pertumbuhan jaringan ganti. Tahap ketiga ialah proliferasi/perkembang-biakan, di mana luka dibuatkan kembali dengan kolagen bersama dengan enzim, pembuluh darah baru dan substans yang lain. Pada Akhirnya, selama maturasi/pematangan bekas luka terbentuk saat jaringan bawah terus menguat.

Pastinya, cedera yang parah seperti luka bakar itu begitu parah dan traumatis yang dapat membuat proses ini terhambat. Dan luka seperti borok kaki yang menimpa banyak orang diabetes menjadi lambat dalam penyembuhan karena pembuluh darah menyempit yang disebabkan oleh penyakit yang membatasi penerimaan oksigen dan nutrien yang menuju ke area itu.