Ibu Kota Paling Berpolusi di Dunia

April 8, 2022

Polusi udara di India Utara

Pada saat awal mula musim penghujan di Delhi, polusi udara mulai berkurang dibanding musim yang lain. Udaranya cukup segar dan sejuk, dan disertai dengan hujan ringan yang menyebabkan tanaman tumbuh subur. Pada sekitar bulan April, angin berhembus dari arah barat daya hingga ke kawasan itu, dan menyelimuti kabut asap sehingga membuat kota itu mulai sedikit bersih dari polusi udara karena polusi di sana tidak pernah benar-benar hilang.

Shaheen Khokhar yang merupakan seorang warga Gurugram, barat daya Delhi di Haryana telah menemui siklus tahunan ini dalam 10 tahun terakhir. Sekitar bulan oktober, saat dia mengendarai mobil pergi ke kota, dia melihat kabut yang tidak normal dan langit terlihat mendung tetapi masih diabaikan.

Efek dari polusi udara ini mulai dari iritasi kulit dan mata hingga merusak saraf-saraf, penyakit jantung dan pernapasan seperti asma, bronkitis, emphysema sampai kanker yang dapat meningkatkan angka kematian. Secara global, polusi udara luar ruangan telah membunuh sekitar 4,2 juta orang tiap tahun.

Pada bulan oktober dan desember, anak-anak sekolah di seluruh India Utara, khususnya ibu kota New Delhi dan sekitarnya seperti Gurugram, seringkali harus menghadapi gangguan ini. Akibat dari polusi yang buruk, sekolah-sekolah pada tutup kira-kira dua minggu dalam setahun.

Dua puluh satu dari tiga puluh kota di dunia dengan polusi udara yang buruk merupakan kota-kota yang berada di India, dari data yang disusun oleh 2021 World Air Quality Report. Bahkan dari top ten, enam diantaranya berasal dari India. New Delhi memiliki paparan tertinggi hingga udaranya beracun di negara itu. Orang-orang di India masuk lima tertinggi pada fine particulate matter (PM2.5), sebuah form berbahaya khusus dari polusi udara. Rata-rata sepanjang tahun untuk polusi PM2.5 di New Delhi sudah paling buruk diantara ibu kota dengan margin besar manapun di dunia.

Polusi industri dan emisi kendaraan merupakan beberapa faktor yang paling mempengaruhi polusi sepanjang tahun, menurut sebuah laporan dari Observer Research Foundation. Tetapi di bulan oktober dan november, peningkatan polusi masih sangat intens karena kebakaran lahan pertanian. Pada tahun 2019, NASA mendeteksi adanya kebakaran ini yang diobservasi melalui luar angkasa.

Tepatnya berapa puncak polusi udara dalam setahun itu tidak ada kepastian. Angka resminya menyebutkan di sekitar 10%, sementara riset yang lain lebih tinggi dari itu. Di Delhi, pembakaran lahan berkontribusi sebesar 42% dari semua masalah particulate udara. Di wilayah Haryana, teramati PM2.5 dan PM10 muncul hingga 2 sampai 3 kali lebih tinggi dari batas National Ambient Air Quality Standard selama musim panas. Orang-orang dari semua kelompok umur merasakan peningkatan sakit pernapasan selama setahun terakhir ini.

Pada tahun 2015, pembakaran lahan sudah dianggap ilegal di Delhi dan Rajasthan (Punjab, Uttar Pradesh dan Haryana), tetapi larangan ini sulit berjalan di sana. Pada januari tahun 2019, pemerintah India meluncurkan National Clean Air Program, sebuah rencana lima tahunan untuk menahan level ketercemaran polusi di seluruh negara itu dan meningkatkan pengawasan dan kesadaran warga. Kini, negara itu mungkin mulai berubah dan berbenah.