Kehidupan dan Warisan Eleanor Roosevelt

April 2, 2022

Eleanor Roosevelt di PBB

Pada malam hari tanggal 20 April 1993, satu pesawat lepas landas dari Washington, D.C. runway. Di dalamnya berada dua perempuan berharga dengan balutan gaun malam, mantel bulu dan sarung tangan siku. Mereka memakainya buat acara makan malam formal White House. Sekarang, pionir pilot perempuan Amelia Earhart dan First Lady Eleanor Roosevelt telah terbang ke dalam langit malam.

Penerbangan tak terencana tiba-tiba ada saat dua teman yang berdiskusi pesona Earhart yang terbang pada malam hari. Jadi, mereka berkumpul pada kelompok reporter, suami Earhart (George Putnam), dan saudara Roosevelt (Hall Roosevelt), untuk melakukan penerbangan mendadak ke Baltimore. Selama dalam penerbangan, Roosevelt menghabiskan waktunya di kokpit dengan Earhart dan kapten pesawat, bersenang-senang di langit malam dengan pemandangan indah. Dia bahkan mempertimbangkan untuk menjadi pilot untuk dirinya sendiri, tetapi suaminya keberatan.

Eleanor Roosevelt telah menjadi First Lady hanya satu bulan sebelum menjadi suami Franklin Delano Roosevelt yang telah diduga akan menjadi presiden Amerika. Tetapi dia sudah mulai mendorong terobosan untuk melampaui batasan-batasan selama bertahun-tahun. Keberanian First Lady dalam melampui batasan-batasan terjadi berkali-kali sepanjang hidupnya di pelayanan publik. Salah satunya ialah mendefinisikan ulang apa-apa saja yang dilakukan istri seorang presiden untuk negaranya dan telah menjadi figur yang dicintai selama perjuangan bangsanya dalam depresi hebat dan perang dunia kedua.

Anna Elizabeth Roosevelt lahir pada tahun 1884 dalam keluarga terpandang. Ayahnya saudara Presiden Theodore Roosevelt, dan dia tumbuh besar di dunia yang penuh kekayaan dan privilege di kota New York. Tetapi masa kecil Eleanor penuh dengan tragedi, Ibunya meninggal karena difteri ketika dia baru 7 tahun dan ayahnya seorang pemabuk dan meninggal saat dia baru 9 tahun, setelah mencoba bunuh diri karena terpengaruh delirium tremens. Eleanor dibesarkan oleh nenek dari ibunya, sehingga membuatnya relatif terisolasi dan merasakan malu serta insecure dengan disiplin dan standar yang ketat.

Eleanor Roosevelt saat 6 tahun

Tetapi, pendidikan membawanya menjadi seorang remaja Eleanor yang keluar dari tempurung dan menuju masa depan yang menjanjikan. Pada saat masa akhir sekolah di Inggris pada pergantian abad, dia mempelajari social ease dan independen. Kepala sekolahnya Marie Souvestre menanamkan pada Eleanor dengan sebuah rasa tanggung jawab kepada yang lain. Setelah membuat debut sosialnya, dia mulai menjadi sukarelawan di Rivington Street Settlement House, New York, dimana dia bekerja menjadi seorang guru.

Pada tahun 1902, sebuah pertemuan tak terduga dengan sepupu kelimanya, Franklin Delano Roosevelt, yang membawanya ke satu romansa rahasia. Pasangan muda ini menikah pada tahun 1905. Paman Eleanor, Teddy Roosevelt melepaskannya di atas altar. Sebagai pasangan muda dan ibu masa depan bagi enam anaknya, Eleanor menjadikan separuh pernikahan yang tidak konvensional itu bertahan selama empat dekade.