Penduduk Asli Terakhir Sri Lanka

March 29, 2022

Vedda, Sri Lanka

Vedda atau Weda secara tradisi tinggal di hutan-hutan. Mereka mencari makan, berburu dan hidup di dalam kelompok yang erat di gua-gua hutan Sri Lanka yang lebat. Tetapi, kebanyakan orang-orang tidak tahu soal mereka.

Mereka memiliki perawakan yang tinggi dengan rambut keriting, rambut sebahu dan suka mengunyah pinang. Sarung warna orange menjadi pakaiannya sehari-hari dan sering membawa kapak kecil yang ditaruh di atas bahu. Berlindung di gua-gua batu yang remang-remang dari goyangan pohon-pohon.

Pemimpinnya berada di panggung di dalam gua yang diterangi sinar matahari yang dibatasi oleh batu-batu berserakan. Sumber makanan mereka ialah seperti babi hutan, rusa dan kelinci yang dipanggang untuk dimakan.

Salah satu komunitas Vedda ialah Gunabandilaaththo, suku paling awal yang diketahui sebagai suku asli Sri Lanka. Dalam berabad-abad, orang-orangnya menghuni hutan-hutan Sri Lanka, berpindah dari satu gua ke gua lainnya ketika ada yang meninggal di antara kelompok mereka. Setelah satu hari kematian, mereka membaringkan badannya di dasar gua dan membungkusnya dengan dedaunan dan berkumpul di pohon besar untuk mendoakan mendiang sambil mempersembahkan daging, madu dan umbi-umbian kepada nenek moyang dan dewa-dewa.

Hari ini, Vedda hidup menyebar di pemukiman-pemukiman kecil di sungai-sungai Hunnasgiriya, dari tengah sampai dataran rendah timur Sri Lanka. Namun, lama sebelum Indo-Aryan datang ke Sri Lanka dari India yang tiba tahun 543 sebelum masehi, Vedda telah hidup di semua pelosok negara itu.

Meskipun mereka menjadi penghuni awal Sri Lanka, banyak orang-orang hanya tahu sedikit soal mereka. Dalam beberapa abad, Vedda diberi stigma dan ditekan oleh aturan Sinhalese, dan sangat terbatas turis yang minat. Hari ini, Vedda diperkirakan kurang dari 1% dari populasi nasional.