Banyak Spesies dari Biodiversity Terancam Punah

March 30, 2022

Biodiversity

Banyak Pemerintah di dunia berharap untuk membangkitkan rencana panjang untuk pembalikan ancaman hidup di bumi dengan segala keanekaragaman hayati (biodiversity) di dalamnya.

Keanekaragaman hayati (Biodiversity) merupakan semua keanekaragaman yang hidup di bumi, seperti binatang, tumbuhan, fungi dan mikroorganisme (bakteri).

Binatang dan tumbuhan memberikan manusia apapun yang dibutuhkan untuk bisa survive, misalnya air, makanan, dan obat-obatan.

Namun, kita tidak bisa mengambil keuntungan ini hanya dari satu spesies. Kita butuh keanekaragaman dari binatang dan tumbuhan untuk bisa bekerja sama dan terus berkembang.

Tumbuhan juga sangat penting untuk meningkatkan lingkungan fisik kita, mulai dari pembersihan udara yang kita hirup, membatasi naiknya temperatur hingga memberikan perlindungan dari perubahan iklim.

Hutan mangrove dan batu karang bisa menjadi penghalang dari erosi karena naiknya permukaan air laut. Pepohonan di kota-kota sangat bagus dalam penyerapan karbon dioksida dan menghilangkan polusi udara.

Berapa banyak spesies beresiko punah?

Sangat normal bagi spesies berevolusi dan menjadi punah seiring waktu. Faktanya 98% spesies yang pernah hidup sekarang menjadi punah. Namun, kepunahan spesies sekarang terjadi antara 1.000 sampai 10.000 kali lebih cepat dari ekspektasi saintis.

The International Union for Conservation of Nature (IUCN) sudah menyimpan daftar merah dari spesies yang terancam sejak tahun 1964. Lebih dari 142.000 spesies mulai ditaksir dan 29% dianggap terancam punah, yang berarti mereka sangat beresiko untuk punah.

Ancaman terbesar biodiversity

Pada tahun 2019, United Nations report mengatakan bahwa memanen, penebangan kayu, berburu dan memancing itu semua memiliki dampak.

Antara tahun 2001 sampai 2020, dunia kehilangan 411 juta hektar tree cover, 16%-nya adalah hutan utama. Ini merupakan hutan yang sangat matang, yang mana telah terjadi ratusan tahun untuk pembangunan. Penghancuran lingkungan yang kaya ini dapat berdampak sangat serius untuk keanekaragaman hayati (biodiversity).