Kesalahan Pandemi Tahun 1918 yang Telah Merubah Dunia Medis Selamanya

March 27, 2022

Bacillus influenzae

Pada tahun 1892, seorang bakteriologis jerman terkemuka dengan nama Richard Pfeiffer telah membuat kesalahan yang dapat berdampak sangat besar untuk pandemi tahun 1918 dan masa depan dunia medis.

Pada akhir abad ke-19, saintis telah memulai memetakan hubungan antara mikroorganisme dan penyakit yang diderita oleh manusia. Tetapi tidak satupun secara meyakinkan keterkaitan satu patogen spesifik ke penyakit influenza, yang saat itu secara esensial sebuah istilah umum untuk satu rangkaian gejala infeksi pernapasan.

Untuk memecah misteri ini, Pfeiffer telah memeriksa sputum dari 31 pasien yang telah meninggal saat pandemi flu tahun 1899 sampai 1990 yang telah membunuh jutaan orang di dunia. Dia melaporkan di British Medical Journal pada januari tahun 1892, dan dia menemukan mereka secara eksklusif pada korban pandemi.

Dia menamakannya Bacillus influenzae, tetapi secara cepat terkenal dengan nama bacillus Pfeiffer. Setelah itu, Pfeiffer memimpin kelompok saintis dari Berlin Institute for Infectious Diseases dan seorang anak didiknya Robert Koch yang juga seorang pionir mikrobiologi. Ini masih kasus 26 tahun kedepan di tahun 1918, saat orang-orang mulai sekarat dari penyakit infeksi pernapasan.

Sekarang kita tau bahwa flu itu dari virus bukan bakterium dari pandemi yang dahsyat ini. Tetapi pada tahun 1918 tidak satupun orang tau soal keberadaan flu dari virus. Di samping itu, saintis pada era itu menyalahkan momok kematian pada bacillus Pfeiffer.

Hari ini, cerita Pfeiffer menjadi sebuah pengingat kuat pada tantangan wajah santis saat ada ancaman mikroskopis muncul. Upaya untuk mengajak orang-orang untuk berpikir hubungan antara bakterium dan penyebaran penyakit yang cepat yang telah membawa kepada banyak frustasi dan kemunduran atau kemalangan.