Ini Dia Orang yang Terbang Kamis Ini ke Angkasa dengan Blue Origin

March 31, 2022

Roket New Shepard, Blue Origin

Pete Davidson awalnya sudah dijadwalkan menjadi nama utama untuk mengambil penerbangan luar angkasa menggunakan roket turis luar angkasa suborbital yang dikembangkan oleh perusahaan Jeff Bezos, Blue Origin. Sebelumnya perusahaan ini sudah menerbangkan beberapa orang terkenal.

Tetapi, komedian ini tiba-tiba keluar dari misi ini setelah ada perubahan jadwal mendesak dari penerbangan lalu dalam seminggu. Kursi tersebut kemudian diberikan ke karyawan lama perusahaan, Gary Lai, kepala arsitek roket. Gary Lai akan bergabung dengan 5 orang lainnya yang mau membayar.

Peluncuran lepas landas New Shepard mulai dijadwalkan pada Selasa pagi, tetapi perusahaan mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan ada angin kencang didekat Van Horn, tempat fasilitas lepas landas. Blue Origin sekarang menargetkan kembali pada hari Kamis pada pukul 8:30 zona waktu pusat. Hal ini menarik untuk dinantikan dimana banyak yang mengharapkan akan seperti 3 penjelajahan suborbital Blue Origin terdahulu.

Penerbangan ini akan cukup cepat, kurang lebih hanya 10 menit untuk naik dan turun dengan didorong oleh mesin roket dengan kecepatan lebih dari 3 kali kecepatan suara yang akan membawa penumpang di dalamnya lebih dari 60 mil di atas permukaan bumi. Para penumpang akan mengalami dalam beberapa menit kehilangan beban dan pemandangan yang membentang luas dari planet ini sebelum gravitasi menarik mereka kembali ke bumi dan kapsul membuka parasutnya untuk memastikan pendaratan di dekat tempat peluncuran.

Tidak jelas berapa banyak orang-orang yang mau membayar pada perjalanan misi ini, Blue Origin belum mengungkapkan harga tiket final. Tetapi, paling tidak dari sejauh yang diketahui bahwa lelang harga tiket terbang bersama Bezos tahun lalu tembus harga sebesar 28 juta US Dolar. Sedangkan pemain lain di industri ini seperti Virgin Galactic menjual kursinya seharga 450 ribu US Dolar per satu kursi. Jikalau harus membayar ratusan ribu atau jutan US Dolar, maka sangat tepat untuk dikatakan bahwa harga segitu tidak terjangkau bagi rata-rata konsumen saat ini.